Senin, 26 Mei 2014

Budaya Kita Tergores oleh Modernisasi


Indonesia, siapa sih yang tidak kenal dengan negeri yang kaya akan budaya ini, negeri yang damai dengan beragam suku dan adat istiadat. Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki kebudayaan yang berbeda-beda yang diturunkan oleh nenek moyang kita, keberagaman budaya inilah yang membuat Indonesia menjadi lebih berwarna dan indah. Kalau kita tengok pada jaman sekarang ini apakah anak muda sebagai generasi penerus bangsa ini masih mempertahankan budaya tersebut?, mungkin hanya sebagian kecil saja yang masih peduli dan mempertahankan budaya yang telah ada ini, padahal budaya merupakan jati diri suatu bangsa. Sungguh memprihatinkan apabila budaya Indonesia ini hanya tinggal cerita, jangan sampai anak cucu kita tak mengetahui mengenai budaya bangsanya sendiri.
Lalu apakah yang menyebabkan anak muda jaman sekarang kurang peduli dengan budaya bangsa ini?, salah satu peyebabnya adalah pengaruh modernisasi. Modernisasi menyebabkan dengan mudahnya budaya bangsa luar masuk dan berkembang di negeri kita tercinta ini, modernisasi telah menggores dan mengikis budaya kita. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang suka bergotong-royong, tapi masih kah ada budaya gotong royong tersebut?, mungkin hanya masyarakat pedesaan dan pedalaman yang tetap menerapkan budaya gotong royong tersebut, sedangkan di perkotaan budaya gotong-royyong tersebut sudah hampir tidak ada lagi dan masyarakatnya cenderung individualis, hal ini tentu karena pengaruh dari masuknya budaya asing. Masyarakat Indonesia juga dikenal memiliki budaya beragam dalam bidang kesenian, tapi kesenian asli dari bangsa kita ini sendiri saat ini keberadaanya tinggal sedikit karena minimnya upaya pemerintah untuk melestarikannya dan tidak ada kepedulian dari para anak muda untuk menjaganya agar tetap ada, bahkan lebih parahnya anak muda jaman sekarang lebih mengagumi budaya bangsa orong lain dan meras malu dengan budaya bangsanya sendiri.
Budaya Indonesia yang seutuhnya hanyalah terdapat di daerah pedalaman pedesaan yang masyarakatnya masih memegang teguh apa yang diajarkan oleh nenek moyang mereka dan masih menutup diri akan modernisasi, sedangkan masyarakat perkotaan saat ini sudah sangat langka sekali yang memiliki rasa peduli dengan keberadaan budaya bangsanya kecuali mereka yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Saat ini belum terlambat untuk meperdalam kembali budaya bangsa kita ini dan memperkenalkannya kepada generasi penerus bangsa ini, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang berbudaya, dan nasib suatu bangssa tergantung generasi penerusnya, selamatkan Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar