Senin, 26 Mei 2014

ospek prodi pendidikan fisika

Ketika mendengar  kata “Ospek” apa yang ada dalam pikiran kalian, hal yang menyeramkan atau hal yang menyenangkan? Dulu waktu masih SMA gue sering mendengar cerita tentang ospek, katanya ospek itu menyeramkan, benar gak sih? Ya anggapan bahwa ospek itu menyeramkan mungkin hanya berlaku bagi sebagian orang saja, kalau menurut gue sih ospek itu sangat menyenangkan, bahkan gue siap ospek 1 bulan penuh hehe…
Saat ospek biasanya ribet saat cari barang teka-teki yang harus dibawa, nebak teka-teki nya aje susahnya kadang minta ampun sampe mikir tujuh keliling, setelah teka-tekinya ketebak kita harus mencarinya kesana kemari bahkan tak jarang pula berebut barang dengan mahasiswa lain. Gue masih ingat teka-teki ospek kemarin diantaranya cokelat ratu perak, snack Agnes, snack zodiac, wafer sensual, wafer khong guan 500, minuman bersendawa, minuman tanpa lebel,permen papah selingkuh,  mie komedi berdiri, buku biasa, kue lawan dari bentuk bulat, minuman air desa, wafer kaya keju, dan yang terakhir adalah permen santai. Untuk teka-teki minuman bersendawa ada beberapa pendapat ada yang bilang itu tea angin, tebs, sprite dll, tapi akhirnya gue beli tea angin, asal kalian tau susahnya nyari tea angin ini minta ampun, dari minimarket satu ke minimarket yang lain tetap aje kehabisan, hmmm setelah perjalanan panjang akhirnya nemu juga nih barang di suatu mall, agak malu juga sih belanja di mall cuma beli 1 kaleng minuman yang harganya sekitar Rp.5000..heee,  , kemudian teka-teki buku biasa, dalam benak gue ini adalah buku merk standart, kemudian gue nanya ke toko2 buku dan ternyata tidak ada buku merk standart, gue nanya sama temen2 gue tapi mereka juga gak nemu, akhirnya gue putuskan untuk beli buku tanpa merk, dan ternyata oh ternyata jawaban dari teka-teki ini adalah semua jenis buku tulis, andai aje gue tau dari awal, ngapain susah2 nyari nih barang kesana kemari. Teka-teki selanjutnya adalah permen papah selingkuh, untuk teka-teki yang satu ini sekitar 90% peserta salah bawa barang, termasuk gue, syukur hukumannya cuma push up 5x jadinya gue sangup aje.
Tadi di atas kita sudah bahas tentang teka-teki ospek, sekarang kita akan bahas tentang pakaian dan pelaksanaan ospek. Pakaian ospek itu hampir sama gilanya dengan pakaian saat mos waktu SMA dulu.Di sini kami disuruh memakai topi toga dari karton, id card berbentuk rumah banjar, seragam SMA diapisi almamater universitas, pita bentuk kupu-kupu yang dipasang di lengan, ikat pinggang ukuran 2 jari, kaos kaki putih polos, sepatu hitam polos, dan tas kresek warna ungu yang dibikin jadi tas selempang. Kemudian kami para mahasiswa baru cowok diharuskan potong rambut dengan model ski 1, jadinya rambut kami tinggal dikit sekali, syukur ya gak disuruh botak 100%, gue sih awalnya agak risih dan kurang pede ketika gundul kayak gitu, bahkan gue senyum2 sendiri waktu potong rambut itu karena gue keliatan makin lucu bahkan teman gue ngatain gue mirip krilin yang ada di kartun dragon ball,,,hehehe sumpah deh itu pertama kali gue potong rambut nyaris botak kayak gitu , ,hahaha.  Ospek kemarin diadakan selama 4 hari dari tanggal 28-31Agustus, ospek hari pertama dari universitas, hari kedua dari fakultas, hari ketiga dari bem, dan hari terakhir adalah ospek prodi, kemudian keesokan harinya ada tambahan acara yaitu jalan santai.
 Ospek kami kali ini diberi nama “KPK” namanya lucu kan? hehee tapi kami pesertanya bukanlah para koruptor buronan KPK hahaha, , ,KPK itu kepanjangannya adalah Kegiatan Pengenalan Kampus. Gue waktu ospek berangkat jam 5 subuh karena paling lambat jam 6 pagi sudah ada di kampus, bayangkan saja keluar rumah jam 5 subuh itu bagaimana dinginnya dan juga keadaan jalanan kota yang biasanya macet di siang hari kini sunyi senyap, kemudian setelah sampai di gerbang kampus haruslah memakai semua atribut yang telah ditentukan, dan juga disambut dengan teriakan dari kakak2 panitia. Ospek hari pertama dibuka dengan upacara yang bertempat di depan rektorat, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan karakter dan kegiatan lainnya. Kegiatan hari kedua hampir sama dengan kegiatan hari pertama. Kemudian adalah hari ketiga yaitu ospek dari bem (badan eksekutif mahasiswa), di hari ketiga ini lah kakak2 panitia menjadi lebih galak, dan kami pun kena marah dan mendapat hukuman ringan, hal itu dilakukan sebenarnya juga untuk kebaikan kami agar kami lebih disiplin, bermental yang kuat agar dapat mengatasi segala masalah saat kuliah nanti, dan juga agar kami bisa mandiri karena terpisah jauh dari orang tua. Kemudian hari keempat atau hari terakhir yaitu ospek prodi, disini kelompok gue kurang lengkap barang bawaannya d
an kami mendapatkan hukuman menuliskan rumus-rumus fisika, puisi untuk kakak panitia, dll, walaupun kena hukuman tapi tetep asyik karena hukumannya ringan dan mudah. Dari ospek ini kita semua saling mengenal satu sama lain, kita bersatu walaupun kita berasal dari asal sekolah dan kota yang berbeda, kita semua adalah keluarga baru, keluarga  besar prodi pendidikan fisika.

Sekarang yuk kita liat koleksi foto ospek kemarin, tapi fotonya yang ada cuma dikit………












yee horeee ospek selesai, dan kita resmi jadi mahasiswa, untuk mengenang masa ospek kemarin yuk kita nyanyikan yel-yel dari FKIP
FKIP 1 kawan, FKIP 1 kawan
FKIP nomor 1
FKIP 2 kawan, FKIP 2 kawan
Tak ada 2 nya
FKIP 3 kawan, FKIP 3 kawan
Jangan kau 3 kan
Karena hanya FKIP, karena hanya FKIP
FKIP luar biasa
FKIP? MANTAP!!!!
FKIP? YES!!!!
JADI GURU? KEREN!!!!
Ya itu tadi yel-yel dari FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), sekarang mau yel-yel dari prodi pendidikan fisika? Nanti aja ya soalnya gue lupa yel-yelnya,,,,heeee
Sekarang kita sudah menjadi mahasiwa, walaupun kita dibagi dalam beberapa kelas tetapi kita tetap 1 keluarga, yaitu keluarga besar prodi pendidikan fisika, pesan gue buat kalian semua cuma 1 yaitu kuliahlah dengan rajin dan semangat waja sampai kaputing, kalahkan rumus2 fisika karena sesungguhnya fisika itu mudah! Kita masuk ke kampus ini bersama-sama, ospek bersama, dan semoga nanti kita bisa lulus bersama dalam waktu yang cepat dan nilai yang memuaskan serta lulus dengan predikat cum laude,,,aamiin ya robbal alamiin.
Sekian dulu ya dari gue, terimakasih buat kalian semua yang sudah baca postingan ini dari awal sampai akhir. Bye bye




Budaya Kita Tergores oleh Modernisasi


Indonesia, siapa sih yang tidak kenal dengan negeri yang kaya akan budaya ini, negeri yang damai dengan beragam suku dan adat istiadat. Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki kebudayaan yang berbeda-beda yang diturunkan oleh nenek moyang kita, keberagaman budaya inilah yang membuat Indonesia menjadi lebih berwarna dan indah. Kalau kita tengok pada jaman sekarang ini apakah anak muda sebagai generasi penerus bangsa ini masih mempertahankan budaya tersebut?, mungkin hanya sebagian kecil saja yang masih peduli dan mempertahankan budaya yang telah ada ini, padahal budaya merupakan jati diri suatu bangsa. Sungguh memprihatinkan apabila budaya Indonesia ini hanya tinggal cerita, jangan sampai anak cucu kita tak mengetahui mengenai budaya bangsanya sendiri.
Lalu apakah yang menyebabkan anak muda jaman sekarang kurang peduli dengan budaya bangsa ini?, salah satu peyebabnya adalah pengaruh modernisasi. Modernisasi menyebabkan dengan mudahnya budaya bangsa luar masuk dan berkembang di negeri kita tercinta ini, modernisasi telah menggores dan mengikis budaya kita. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang suka bergotong-royong, tapi masih kah ada budaya gotong royong tersebut?, mungkin hanya masyarakat pedesaan dan pedalaman yang tetap menerapkan budaya gotong royong tersebut, sedangkan di perkotaan budaya gotong-royyong tersebut sudah hampir tidak ada lagi dan masyarakatnya cenderung individualis, hal ini tentu karena pengaruh dari masuknya budaya asing. Masyarakat Indonesia juga dikenal memiliki budaya beragam dalam bidang kesenian, tapi kesenian asli dari bangsa kita ini sendiri saat ini keberadaanya tinggal sedikit karena minimnya upaya pemerintah untuk melestarikannya dan tidak ada kepedulian dari para anak muda untuk menjaganya agar tetap ada, bahkan lebih parahnya anak muda jaman sekarang lebih mengagumi budaya bangsa orong lain dan meras malu dengan budaya bangsanya sendiri.
Budaya Indonesia yang seutuhnya hanyalah terdapat di daerah pedalaman pedesaan yang masyarakatnya masih memegang teguh apa yang diajarkan oleh nenek moyang mereka dan masih menutup diri akan modernisasi, sedangkan masyarakat perkotaan saat ini sudah sangat langka sekali yang memiliki rasa peduli dengan keberadaan budaya bangsanya kecuali mereka yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Saat ini belum terlambat untuk meperdalam kembali budaya bangsa kita ini dan memperkenalkannya kepada generasi penerus bangsa ini, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang berbudaya, dan nasib suatu bangssa tergantung generasi penerusnya, selamatkan Indonesia.


Sabtu, 24 Mei 2014

welcome in my blog ,,,kenalan dulu yuk

Halo kawan2 semua selamat datang di blog sederhana ku ini, kata orang kalau tak kenal maka tak sayang nah oleh karena itu kita kenalan dulu ya nama aku Hilmi Riyadi anak dari Eddy Karnadi dan Misnawati aku sekarang kuliah di prodi pendidikan Fisika Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, kalau mau kenal lebih jauh add aja fb ku Helmi Riyadi Diningrat dan follow twitter ku @Hel_Helmi013 ,sekian dulu yaa, thanks atas kunjungannya,,,,,